MENGALAH UNTUK MENANG

Posted: Februari 18, 2008 in All About The Love Revolution

hmm.. berapa banyak kaum tertindas nantinya yang akan menguasai dunia akhirnya jika semua itu terjadi. Mungkin Amerika akan jadi budak2 orang irak dan jajahan lainnya.. dan mungkinkah Indonesia menjadi penguasa atas Belanda yang sekian abad meraja di negeri kita tanpa perlawanan yang seimbang.. dan akhirnya pasrah.. menunggu mencuri2 kesempatan untuk merdeka dan berdaulat. Apakah itu juga mengalah untuk menang? Kalo wanita di jajah pria? itu mah dah basi.. sekarang kalo seorang pria di jajah wanita..? apakah dia harus mengalah untuk menang juga? Dan nantinya ketika suatu saat yang tepat nanti si pria akan membalikkan semua keadaan? sanggupkah? bagaimana kalo memang si pria terlalu mencintai wanita dan akhirnya tunduk bertekuk lutut? apakah cinta sebuah penaklukan? hmmm.. kasus yang terjadi pada seseorang teman cukup unik. Sekian tahun tunduk mengalah kepada sang ratu nan bertahta di hatinya.. dan sekarang mungkin jiwanya berteriak tak sanggup memenuhi semua titah sang ratu.. Ini pemberontakan kah? atas hati yang berdaulat? hmm… revolusi cinta. Mencoba merubah keadaan. Dengan cara radikal. membalas nyawa dengan nyawa. Membalas sakit hati dengan sakit hati pula, disiksa jiwa balas menyiksa. Amankah cara ini? Atau kenapa tidak ditinggalkan saja? pindah ke damainya jiwa jika diri tersiksa? Tak sanggup untuk hidup di dunia baru nan sepi sendiri? Bukankah sejarah bertahun cukup sudah untuk menjawab akan seperti apa nantinya? atau kita harus berdamai dengan penjajah jiwa?? Hidup berdampingan dengan jiwa terkekang seperti kuda? Hmm.. Penjajah seperti apa yang bisa kita ajak berdamai? Mungkin kalau dulu Inggris betah untuk tinggal di tempat kita berlama2.. yah 350 tahun seperti Belanda lah misalnya.. mungkin kita sudah lebih kaya daripada singapura minimal. Hmm.. Tapi belanda bukan Inggris. Sang RAtu bukan Bidadari. Entah saya harus menjawab apa ketika teman saya bertanya… “aku harus bagaimana?” Entah. Terlalu takut bermain dengan hati. Tapi yang saya tahu, hati bukan lah tanah jajahan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s