Berita Di zaman Siti Nurbaya, perkawinan ditentukan oleh keluarga dengan pertimbangan bibit, bobot dan bebet. Perempuan harus menerima keputusan keluarga dan tidak bisa memilih pasangan hidupnya sendiri. Perempuan harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru dan berusaha menumbuhkan rasa cinta. Cinta bisa tumbuh belakangan. Kelahiran anak sebagai bukti tumbuhnya rasa cinta.

Cinta adalah ukuran sesuatu perkawinan dapat berlangsung. Pilihan orang tua dianggap kuno. Mereka ingin menunjukkan pilihannya berdasarkan cinta, berani mengambil resiko apapun yang bakal terjadi. Buat perempuan, untuk menunjukkan cinta dan kesucian dituntut mampu mempersembahkan keperawanan dalam malam pengantin. Laki-laki merasa terhina kalau istrinya tidak perawan dan sampai hati pula menceraikan istrinya gara-gara tidak perawan. Perempuan hanya menerima perlakuan itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Perempuan diajarkan oleh orang tua dan masyarakat agar bisa memuaskan suami, mengikuti suami, dan menjaga agar suami bisa bekerja dengan baik. Dalam hal seks, perempuan yang baik harus bertindak pasif. Harus bisa menunjukkan diri jinak-jinak merpati, memperlihatkan cinta lewat pandangan, gerakan dan melalui kata-kata.

Dalam menyatakan keinginan untuk melakukan hubungan seksual pun menunggu kapan suami menghendaki dan kalau tidak menginginkannya harus menolak secara halus tanpa disadari oleh suaminya. Perempuan harus merasa puas kalau suami puas, tetapi perempuan tidak harus memikirkan dirinya apakah puas atau tidak. Malahan beberapa perempuan tidak pernah tahu bahwa klimaks dalam melakukan hubungan seksual adalah mencapai orgasmus. Yang ia tahu adalah hubungan seksual menimbulkan nyeri pada dirinya dan melihat kebringasan suami dalam melampiaskan nafsunya. Dalam zaman ini seakan-akan aktivitas seks didominasi oleh laki-laki, perempuan hanyalah menerima apapun perlakuan laki-laki, dan perempuan harus mengabdi untuk laki-laki dan keluarganya. Perempuan yang berani menyatakan cinta dianggap sebagai perempuan jalang. Apalagi sampai meminta hubungan seksual, tabu buat perempuan.

Globalisasi dan kemajuan teknologi mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dalam segala bidang termasuk nilai-nilai seks. Emansipasi Barat mulai mempengaruhi cara pandang perempuan Indonesia. Pada Seminar Citra Pria Bali tahun 2000 yang diselenggarakan Lab. Psikiatri Unud, 1991 di Denpasar saya menyampaikan hasil penelitian terhadap masyarakat kota Denpasar yang berumur 18-65 tahun. Dari penelitian ini didapatkan bahwa, keperawanan bukan merupakan syarat utama dalam perkawinan; kepala rumah tangga dipegang oleh laki-laki; dalam menyatakan keintiman hubungan seksual, inisiatif sebaiknya datang dari siapa saja yang berminat. Tampaknya laki-laki dan perempuan menghendaki adanya komunikasi dalam runah tangga, misalnya dalam menyatakan rasa cinta sebaiknya dinyatakan dengan sikap dan kata-kata. Komunikasi sangat bermanfaat dalam memecahkan permasalahan rumah tangga. Pandangan ini diberikan oleh responden laki-laki maupun perempuan. Laki-laki mengharapkan agar perempuan berhias dengan dandanan ringan, tidak mencolok, sedangkan perempuan mengharapkan laki-laki agar memahami etika pergaulan. Disini sudah mulai ada perubahan dalam peran seksual. Masyarakat masih memandang rendah pada perempuan yang menjajakan cinta, tetapi masyarakat tidak memberikan komentar negatif kalau laki-laki melakukan hal itu.

Bagaimana halnya sekarang ? Pengaruh Film dan sinetron yang gencar mendominasi tayangan TV sangat besar peranannya dalam mengubah pandangan orang tentang seks. Kebutuhan seksual adalah alami dan wajar kalau diekspresikan lewat tindakan nyata. Bukan zamannya lagi menyatakan bahwa seks adalah penyaluran kebutuhan cinta dan tidak perlu lagi dikaitkan dengan norma-norma agama karena kebutuhan seksual adalah kebutuhan biologis. Sekarang perempuan nampaknya mulai agresif dalam menyatakan ketertarikan dengan lawan jenisnya, dengan tenang mencari laki-laki, menelpon dan datang kerumahnya. Perempuan mulai menggunakan nilai-nilai yang dilihat dalam tayangan TV dan isi cerita novel dalam mengukur kadar cinta laki-laki. Cinta harus dinyatakan secara verbal dengan tindakan nyata berupa rayuan dan pujian, dan tak cukup dinyatakan dengan hanya diam di rumah. Perempuan mulai berada dalam dunia khayalan. Mereka tidak pernah tahu bahwa di negara-negara baratpun apa yang ada di film tidak banyak dilakukan oleh laki-laki, sama seperti di Indonesia. Tayangan film dan cerita novel hanyalah kehidupan yang dilakukan ketika mereka pacaran, dan hanya merupakan kehidupan fantasi. Setelah menikah mereka disibukkan untuk mengejar karier dan mencari nafkah, mereka tidak sempat mengucapkan I Love you. Ketidakpuasan dalam rumah tangga ini membuat mereka mencari yang sesuai dengan khayalan itu. Dan sekarang ternyata perselingkuhan tidak hanya dilakukan oleh laki-laki dengan pasangan yang masih single, perempuanpun sudah mulai membiasakan diri mempunyai teman kencan PIL (Pria Idaman Lain) diluar rumah. Dimana mereka perselingkuhan bukan hal tabu, tetapi suasana yang menyenangkan, memberikan kenikmatan, dan untuk menunjukkan perilaku sebagai orang modern. Kemajuan teknologi dalam komunikasi dan adanya akomodasi seperti hotel-hotel memberikan mereka kesempatan untuk melakukan hal ini. Mereka tidak diikat lagi oleh norma-norma yang ada dimasyarakat. Hubungan seksual tidak hanya dilakukan oleh pasangan suami istri, tetapi oleh mereka yang terikat dengan cinta. Cinta tidak cukup diucapkan dengan kata-kata, dengan rayuan manis, namun harus dilanjutkan dengan ciuman dan hubungan seksual. Tanpa melakukan ini belum menunjukkan cinta. Ciuman cinta hanyalah sebagai ucapan selamat pagi dan selamat siang, dan cinta yang mendalam dilanjutkan dengan hubungan seksual. Belakangan mulai dirasakan bahwa hubungan seksual tidak hanya ungkapan cinta, tetapi untuk memperlancar bisnis, untuk meningkatkan karier, untuk memperoleh status yang lebih tinggi. Bagi mereka yang hidupnya sudah mapan, uang dan kedudukan bukan lagi kebutuhan yang harus di kejar, hubungan seksual dengan ganti-ganti partner dianggap sebagai ajang rekreasi yang menarik dan menyenangkan. Namun belakangan ini justru di Negara-negara Barat mulai ada ketakutan dengan munculnya penyakit AIDS, ganti-ganti partner mulai ditinggalkan dan mereka sangat berhati-hati dalam memilih teman kencan melakukan hubungan seks. Tetapi di Indonesia penerangan pencegahan AIDS masih dianggap sekedar lewat, slogan kosong. Mereka masih tetap terpengaruh dengan film Return to Eden, the Bold and The Beautiful, Dynasti dan yang sejenisnya.

Akhirnya anak yang dilahirkan hanyalah suatu kebetulan. Kalau mereka tidak menghendaki kelahirannya, maka mereka melakukan abortus tanpa merasa berdosa. Mereka memandang hanya gumpalan darah, dan kalau toh berupa janin, itu hanya benda yang belum tahu apa-apa. Lebih baik digugurkan kalau memang tidak mampu membiayai. Kehadiran anak hanyalah kehadiran benda, yang kalau tidak diinginkan dan tidak memberikan masa depan yang cerah buang saja, gugurkan saja. Ini merupakan pandangan dari segi ekonomi dan segi kepentingan individu sebagai manusia untuk mendapatkan kesenangan.

Kalau perempuan merasa bertanggungjawab terhadap generasi baru, maka perlu direnungkan:

  • Kebutuhan seksual yang merupakan kebutuhan dasar manusia tidak hanya bisa diwujudkan melalui hubungan seksual, bisa dalam bentuk lain yang bermanfaat untuk kehidupan
  • Kebutuhan melakukan hubungan seksual tidak hanya merupakan kebutuhan biologis, tetapi juga merupakan perwujudan cinta kasih sebagai suami isteri. Seni bercinta yang dilakukan melalui hubungan seksual yang diwarnai cinta kasih akan memberikan kenikmatan yang bertahan lebih lama. Hal ini akan menjamin kelestarian kehidupan berumah tangga. Kelahiran anak merupakan perwujudan cinta kasih suami isteri. Anak tidak hanya untuk dilahirkan dan dipajangkan, tetapi menuntut tanggungjawab suami istri untuk menghantarkan anak ke masa depan yang cerah.
  • Kebutuhan hidup tidak akan pernah habis-habisnya kalau diikuti, luangkan waktu sejenak untuk menikmati apa yang telah dimiliki, tanpa motivasi yang terlalu muluk-muluk diluar kemampuan dan kesadaran sebagai pasangan suami istri dan berbahagialah selalu.

Dengan memandang sebutir embun: kumulai revolusi ini. Sungguh, ini bukan revolusi politik atau budaya, bukan revolusi yang akan meledakkan jantung manusia. Ini revolusi sunyi: seperti sebutir embun menetes lembut di daun keladi.

 

 

Sungguh, aku tak takut menyebut diriku pengecut; aku tak takut menghujat diriku penipu, bajingan hina, atau pendosa. Ini wajahku: tak ada yang musti disucikan! Mana? Mana wajah agung kalian: biarkan segenap keangkuhan, kebusukan, dan kerakusan tersingkap dari batin yang sakit dan tak sempurna.

 

 

Ini satu revolusi: jangan lari! Meski perihnya seperti tak terhingga, tapi!, inilah perlawanan sejati, revolusi yang paling sunyi: tak ada saksi di sini, tak ada penguasa atau yang dikuasai. Di sini, kita berdiri membaca kembali riwayat pribadi, jernih, bening, seperti sebutir embun di daun keladi.

 

Ya!, kini saatnya kita berani berkata: pandanglah, segenap pikiran kami yang penuh pretensi, ketamakan, dan intimidasi; pandanglah, segenap hati kami yang makin jauh dari nurani, terbelah dalam obsesi, dikejar siklus pemuasan diri.

 

 

Inilah kami: anjing yang menggigit ekornya sendiri, bangsa yang menjajah rakyatnya sendiri?

 

 

Tidak!, kini saatnya aku musti berkata: dengarlah, aku tak percaya keadilan itu ada, aku tak percaya kebenaran itu nyata, aku tak percaya kebebasan itu milik manusia, aku tak percaya kebaikan itu harkat setiap jiwa, aku tak percaya!, kecuali aku melihat faktanya.

 

 

Pandanglah ke dalam diri: jangan lari!, ini satu revolusi: tanpa ambisi untuk mengubah dunia, tanpa dendam atau perasaan terhina, tanpa kebencian atau salvo senjata.

 

 

Ya!, inilah revolusi cinta: revolusi sebutir embun, revolusi yang akan membersihkan tangan kotor kita.

Dengan memandang sebutir embun, kumulai revolusi ini. Sungguh, ini bukan revolusi politik atau budaya, bukan revolusi yang meledakkan jantung manusia. Ini revolusi sunyi, seperti sebutir embun menetes lembut di daun keladi. Sungguh, aku tak takut menghujat diriku penipu, bajingan hina, atau pendosa. Ini wajahku, tak ada yang mesti disucikan !!! Mana ? Mana wajah agung kalian ? Biarkan segenap keangkuhan, kebusukan, dan kerakusan tersingkap dari batin yang sakit dan tak sempurna.

 

Ini satu REVOLUSI, JANGAN LARI !!! Meski perihnya seperti tak terhingga, tapi … inilah perlawanan sejati. Revolusi yang paling sunyi, tak ada saksi disini, tak ada penguasa atau yang dikuasai. Disini kita berdiri membaca kembali riwayat pribadi, jernih, bening, seperti sebutir embun di daun keladi.

 

Ya !!! Kini saatnya kita berani berkata “Pandanglah segenap pikiran kami yang penuh pretensi, ketamakan dan intimidasi”, “Pandanglah segenap hati kami yang semakin jauh dari nurani, terbelah dalam obsesi, dikejar siklus pemuasan diri”. Inilah kami, anjing yang menggigit ekornya sendiri, bangsa yang menjajah rakyatnya sendiri.

 

Tidak !! Kini saatnya aku mesti berkata, “Dengarlah, aku tak percaya keadilan itu ada, aku tak percaya kebenaran itu nyata, aku tak percaya kebebasan itu milik manusia, aku tak percaya kebaikan itu harkat setiap jiwa, AKU TAK PERCAYA !! Kecuali aku melihat faktanya”. Pandanglah kedalam diri, JANGAN LARI !! Ini satu revolusi, tanpa ambisi untuk mengubah dunia, tanpa dendam atau perasaan terhina, tanpa kebencian atau salvo senjata.

 

Ya !! Inilah REVOLUSI CINTA, revolusi sebutir embun, revolusi yang akan membersihkan tangan kotor kita. Selamat datang di kehidupan REVOLUSI CINTA.

 

Setelah berabad – abad para penyair, pujangga serta filosof berusaha mengungkapkan arti cinta, namun definisi (arti) cinta yang selama ini diungkapkan selalu tidak pas dengan arti yang sesungguhnya. Isi tulisan ini mengungkap arti cinta yang sebenarnya

 

Para penyair Persia menamakan cinta itu elexir (iksir). Para ahli kimia percaya bahwa ada dzat yang bernama “eleksir” atau “batu filosof” (kimiya) yang dapat merubah satu unsur ke unsur lainnya. Sudah berabad-abad lamanya mereka mencari bahan ini. Para penyair mengambil alih terminologi ini dan mengemukakan bahwa yang dimaksud engan eleksir yang sesungguhnya, yang mempunyai daya transfrormasi adalah cinta, karena cintalah yang dapat mengubah suatu substansi. Cinta secara absolut adalah eleksir dan mengandung sifat batu filosof yang mengubah sifat suatu unsur ke sifat lainnya. Manusiapun termasuk bahan dengan berbagai macam sifat.

 

 

“Manusia adalah tambang, seperti tambang emas dan perak.

Cintalah yang membuat hati itu menjadi hati

Jika tiada cinta tiada hati, hanya lempung dan tanah

Setiap hati yang tidak berkobar, bukanlah hati

Hati yang beku hanyalah bak segenggam lempung.

Ya Allah berikan kepadaku dada yang terbakar,

dan didalamnya hati yang berkobar api

Salah satu pengaruh cinta adalah kekuatan

Cinta adalah tenaga agung

Yang membuat sipenakut jadi pemberani”

 

 

Seekor ayam betina akan tetap melipat sayapnya bila ia sendirian, berjalan santai mencari cacing cacing kecil untuk dipatok. Ia akan sedikit bersuara dan tidak tegar dihadapan seorang bocah yang lemah sekalipun. Akan tetapi, apabila ayam itu mempunyai anak maka cinta mengambil tempat dipusat eksistensinya dan karakternya berupah total. Sayap yang tadinya dilipat, kini diturunkan sebagai tanda siap membela diri. Ia mengambil sikap menyerang, bunyi koteknyapun kini bertambah keras dan lantang. Kalau sebelumnya ia melarikan diri dari kemungkinan bahaya, kini ia menyerang dengan gagah berani. Inilah cinta yang mengubah ayam betina yang ketakutan menjadi seekor hewan berani.

 

 

Cinta membuat seorang yang lamban dan malas menjadi lincah dan terampil, bahkan membuat orang yang berfikir lamban menjadi gesit. Seorang remaja putra atau putri bila masih lajang, tidak ada yang mereka fikirkan selain dari yang berhubungan langsung dengan diri mereka. Lihatlah betapa mereka mulai prihatin atas nasib orang lain begitu mereka jatuh cinta dan membentuk rumah tangga. Keinginan merekapun bertambah dan bila mereka punya anak, semangat mereka berubah total. Kini pemuda yang lamban dan malas itu telah menjadi lelaki aktif dan gesit, dan si remaja putri yang biasanya lengket dengan selimut bahkan pada siang hari, kini bergerak bagai kilat apabila mendengar bayinya menangis dalam ayunan. Kekuatan apakah yang telah begitu mencongkel dua remaja lamban dan lesu ini ? Tiada lain, Cinta.

 

 

Cintalah yang mengubah si kikir menjadi dermawan, sipemarah dan kaku menjadi penyabar dan penuh toleransi. Cintalah yang membuat burung tamak pengumpul gabah yang hanya memikirkan dan mengurus diri sendiri, menjadi makhluk murah hati, ia langsung memanggil anak-anaknya jika menemukan biji jagung. Cintalah yang mempunyai kekuatan ajaib membuat si ibu yang sampai kemarin masih seorang anak yang tidak berguna, kerjanya hanya makan dan tidur serta suka ngambek dan marah marah, kini tabah dan sabar menghadapi lapar, kurang tidur dan kusut untuk mengurus bayinya. Cintalah yang memberikannya kesabaran untuk memikul kesulitan.

 

 

Penghalus jiwa, penyingkir kemalasan dan kekasaran rohani atau dengan kata lain penyuci perasaan, penyatu tujuan dan konsentrasi serta penghilang kebingungan merupakan suatu kekuatan dan kekuatan itu lahir dari paduan pengaruh cinta.

 

 

Dalam bahasa puisi dan sastra bila cinta dibicarakan kita menemukan suatu efek yang lebih dari pengaruh manapun, daya cinta membawa inspirasi yang melimpah

 

 

Si pungguk belajar menyanyi, karena rindu pada rembulan

Pabila tidak, nyanyian dan lagu takkan tergubah di paruhnya (Rumi, Matsnawi).

Meskipun keistimewaan rembulan ada diluar wujud si pungguk, pada hakikatnya itu tidak lain dari kekuatan cinta itu sendiri.

Apakah kau kira Majnun tergila-gila oleh dirinya sendiri ?

Pandangan Laila lah yang melambungkannya ke bintang (Hafiz)

 

 

Cinta membangunkan tenaga yang tidur, membebaskan daya kekuatan yang dirantai belengu bagai pemcahan atom dan pelepasan tenaga atom. Cinta berkobar dengan inspirasi dan membina pahlawan. Betapa banyak penyair, filosof dan seniman yang diciptakan oleh tenaga cinta yang kuat dan dahsyat ini!

 

 

Cinta menyempurnakan jiwa, dan menampilkan kemampuan-kemampuan dahsyat yang terpendam. Dari sisi pandang daya persepsi, cinta itu mengilhami, dari sisi pandang emosi cinta itu mengeraskan kemauan dan tekad. Dan bila cinta bangkit ke aspeknya yang tertinggi, cinta membawa mukjizat dan keajaiban. Cinta membersihkan rohani dari hasud, dengan kata lain cinta adalah pencahar yang membuang sifat-sifat aib yang lahir dari egoisme atau sikap dingin dan tawar, seperti iri hati, serakah, pengecut, penghayal serta sifat suka memuji diri sendiri. Cinta mencabut sifat dendam dan dengki, meskipun frustasi dan putus cinta dapat menimbulkan kompleks dan hal-hal yang tidak disukai.

 

 

Lantaran cinta yang pahit menjadi manis

Lantaran cinta, batangan tembaga menjadi emas (Allamah Thaba’thabai)

 

 

Dalam jiwa, pengaruh cinta selaras dengan perkembangan dan pertumbuhan, dalam hal fisik selaras dengan peleburan dan perusakan. Pengaruh cinta terhadap fisik (badan) berlawanan dengan pengaruhnya terhadap jiwa. Dalam hal badan, cintalah penyebab perusakan dan wajah pucat serta tubuh kurus kering karena keracunan dan kekacauan pada system syaraf dan pencernaan. Bahkan mungkin seluruh pengaruhnya terhadap badan bersifat destruktif (merusak) Akan tetapi tidak begitu pengaruhnya terhadap jiwa- hal itu bergantung pada obyek cinta dan bagaimana seseorang dapat bereaksi terhadap obyek itu.

 

 

Lepas dari pengaruh-pengaruh sosial, cinta berkuasa menyempurnakan jiwa dan pribadi lantaran ia melahirkan kekuatan, gairah, kedamaian, kebulatan tujuan dan tekad. Ia menghapus kelemahan, kekikiran, kejengkelan, kebosanan, dan kebingungan.

 

 

Jalan rohani merusak badan

Dan sesudah merusaknya, memulihkan kemakmuran.

Wahai jiwa bahagia, yang demi cinta dan ceria

Menyerahkan tungku dan rumah, harta dan kekayaan

Meruntuhkan rumah demi perbendaharaan emas

Dan dengannya membangun yang lebih baik

Membendung air dan menguras dasar sungai

Lalu mengalirkan air jernih di situ

Manusia sempurna yang menyadari kebenarnan hikmah

Asyik, takjub, mabuk dan gila oleh cinta

Bukan bingun sampai membelakangi Dia

Tapi takjub, hanyut, mabuk pada Yang Tercinta (Rumi Matsnawi)

 

 

Cinta melepaskan manusia dari egoisme dan cinta diri, cinta apapun – hewani dan seksual, cinta ayah bunda atau insani- dan apapun kualitas dan keistimewaan cinta yang dimiliki si tercinta, apakah nekad dan berani, artistic atau arif, atau apakah ia bagus akhlak, bagus dalam bermasyarakat atau atribut-atribut khusus lainnya. Cinta diri adalah suatu kendala yang sifatnya membatasi dan defensive. Cinta meruntuhkan kendala defentif inidan menggantikannya dengan cinta kepada selain diri sendiri. Sebelum melangkah keluar dari dirinya sendiri, manusia itu lemah, kaku, kikir, tamak, anti manusia, pemberang, serakah dan sombong. Jiwanya tidak memancarkan kecemerlangan, ia tidak bersemangat atau bergairah, selalu dingin dan terpencil. Namun begitu ia keluar dari diri dan meruntuhkan kendala-kendala defensive ini, sifat dan kebiasaan-kebiasaan itupun runtuh.

 

 

Baju siapapun yang lumat oleh cinta.

Tercuci bersih dari tamak dan noda (Rumi, Matsnawi)

 

 

Cinta mengarahkan kasih sayang dan naluri manusia keluar dirinya, cinta meluaskan eksistensinya dan mengubah titik focus dalam wujud manusia. Dengan alasan yang sama, cinta adalah factor moral agung dan mendidik, dengan syarat bahwa ia harus dituntun dengan baik dan digunakan dengan tepat.

 

 

Bila kasih sayang pada seseorang atau sesuatu mencapai puncaknya hingga perasaan kasih sayang tersebut menguasai dirinya dan menjadi penguasa mutlak atas dirinya, itu dinamakan cinta. Cinta adalah puncak kasih sayang dan perasaan

 

 

Seorang pemuda yang merasa dirinya gemetar ketika melihat seraut wajah cantik atau seurai rambut, atau merasa menggigil ketika disentuh tangan mulus , perlu mengetahui bahwa yang bekerja pada dirinya tidak lain dari proses fisik hewani. Cinta seperti ini datangnya dengan cepat demikian juga perginya. Perasaan seperti ini tidak dapat diandalkan dan dipuji, hal itu mengandung bahaya dan membunuh kebaikan. Hal itu bukanlah cinta melainkan nafsu.. Sepanjang manusia dikuasai nafsunya, ia tidak akan keluar dari dirinya, ia mencari seseorang atau sesuatu yang menarik untuk dirinya dan ia sangat menghendakinya. Bila ia berfikir tentang objek cinta, ia berfikir dengan gagasan bagaimana memperoleh keuntungan dari bersatu dengannya atau paling-paling bagaimana ia memperoleh kenikmatan daripadanya. Jelaslah keadaan demikian tidak dapat menjadi penyempurna atau pendidik jiwa manusia.

 

 

Bagaimanapun manusia berada di bawah pengaruh perasaan manusiawinya yang lebih tinggi, orang yang dicintai menerima penghargaan dan penghormatan di matanya. Ia berusaha membahagiakan orang yang dicintainya. Ia siap mengorbankan dirinya demi memenuhi keinginan orang yang dicintainya itu. Perasaan ini melahirkan kesucian, keikhlasan, kehalusan, kasih sayang dan kedermawanan. Berlawanan dengan jenis pertama tadi, yang melahirkan kekasaran, kekejian dan kejahatan. Kebaikan dan kasih sayang ibu terhadap anaknya merupakan jenis kedua ini. Pengabdian dan cinta suci dan para abdi Tuhan, sebagai mana patriotisme dan cinta pada prinsip juga termasuk kategori yang sama.

Saya mahu bikin suatu Gerakan Revolusi, bukan revolusi yang hebat sehebat Revolusi Prancis ataupun Revolusi Industri. Revolusi yang ingin saya buat hanya sekadar untuk menenangkan jiwa – jiwa yang kacau. Melalui Gerakan Revolusi ini saya minta semua orang menjadi pencinta.

Banyak orang yang melihat dan mengamati kehidupan dan tulisan – tulisan saya mengandung terlalu banyak unsur – unsur cinta. Cinta yang amat berat, yang sanggup membuat jiwa melayang hingga mata meneteskan air mata. Saya mengaku, saya menyukainya dan saya bangga.

Banyak juga yang memberitahu saya, mereka ingin sekali menyanyi tentang cinta yang terlalu berat dan terasa hampa– lirik jiwa yang meleleh dan ada juga yang ingin menuliskan tentang cinta dengan penuh nafsu tanpa rasa malu sekaligus mengungkapkan ego mereka dalam bercinta (terutama lelaki). Inilah yang harus kita hentikan.

Buang rasa malu dan ego yang tinggi. Pergi jahanam dengan semua itu. Cinta itu juga perasaan seperti mana perasaan gembira dan marah. Sebagai manusia biasa, rasa cinta itu adalah normal. Mustahil jika didalam hati setiap manusia tiada walau 1% pun rasa cinta. Tiada apa yang harus dimalukan.

Saya minta kamu semua yang membaca tulisan ini, keluarkan rasa cinta itu. Sekarang juga saya minta keluarkan rasa cinta itu sebanyak yang kamu mampu. Sampai mati nanti.

Mulailah menulis sajak-sajak cinta mengenai kehidupan kamu sendiri. Tulislah semua sajak – sajak cinta tersebut di buku, kertas kosong, dinding, kursi – kursi, pokoknya tulis dimana saja yang kamu rasa sesuai, dimana saja yang kamu suka.

Mulakan bikin lagu – lagu cinta, nyanyikan dengan penuh rasa bangga dan hormat karena cinta itu perasaan yang mulia. Luapkan semua cinta kamu, sebarkan semuanya kepada segala apa yang ada dihadpanmu di dalam kehidupanmu ini.

Ayo mari ungkapkan kata – kata cinta pada Tuhan, ibu – bapa, kekasih, guru, dosen atau apa saja setelah membaca blog ini. Gunakan segala cara yang kamu punya seperti SMS, e-mail, surat dan lain-lain.

Mari bersama kita lahirkan masyarakat pengagum cinta, tanpa rasa segan dan malu. Ini adalah Revolusi Bersama, Revolusi Perasaan dan Diri Kita.

Inilah Kehidupan Revolusi Cinta.

P/s: mari bersama kita teriakan “Hip hip hooray….Viva Gerakan Revolusi Cinta” sebanyak 3 kali😉

TELUR Vs OTAK

Posted: Maret 1, 2008 in All About Health

Pernahkah Anda mengalami masalah ketika akan membuat telur rebus, air sulit dicari & kompor pun tiada?

Ada cara baru yg effisien dgn memaksimalkan manfaat Cell Phone Anda. Tahu caranya? Berikut tipsnya:

Dibutuhkan:

  • 1 butir telur & 2 ponsel
  • 65 menit percakapan dari 1 ponsel ke yg lainnya

Set-up seperti pd gambar

Kita mulai panggilan antara kedua ponsel selama kurang lebih 65 menit;

15 menit pertama tidak terjadi apa2…

Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit

telur sudah panas; dan setelah 65 menit telur matang…

Kesimpulan:

Jika radiasi gelombang mikro yg dipancarkan oleh ponsel mampu memodifikasi protein dlm telur itu. Bayangkan apa yg terjadi dgn protein dlm otak kita ketika kita bicara melalui ponsel…

Oh well…

As of 31 March 2007, the Indonesian Government has commenced enforcing a new regulation issued by Air Transport Directorate General for passengers boarding international flights. It is based on the recommendation from the 43rd Conference of Directors General of Civil Aviation Asia and Pacific Regions held in Bali , 3 – 6 December 2006. The regulation mainly restricts the volume of liquids; aerosol and gels carried in passenger’s hand luggage at maximum 100 ml. Passengers must place any such materials in a one liter transparent re-sealable plastic bag (30 cm X 40 cm). Each passenger is limited to carrying only one plastic bag into the passenger cabin. This regulation includes drinking water, cosmetics, and daily necessities.

The Airport Authorities may confiscate an excess amount of the regulated materials from passengers but passengers may retain any such excess materials by registering the materials on the flight baggage list.

 

Please be informed that the Authorities at the Soekarno – Hatta Airport Jakarta, Ngurah Rai Airport Bali and Minangkabau Airport Padang are also imposing this new regulation on domestic flights. The Indonesian Airport Authorities will impose this new regulation on all domestic flights as well.

Thus, for your information and thanks for your attention.

Mulai tanggal 31 Maret 2007, Pemerintah Indonesia telah memberlakukan sebuah peraturan baru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Transportasi Udara untuk penumpang penerbangan internasional. Peraturan ini berdasarkan rekomendasi dari Konferensi Direktorat Jendral Penerbangan Sipil se Asia-Pasifik ke 43 di Bali tanggal 3 – 6 Desember 2006. Peraturan baru ini membatasi volume benda cair, aerosol dan gel yang dibawa dalam tas tangan penumpang maksimum 100 ml. Penumpang harus memasukan barang-barang tersebut dalam sebuah kantong plastik tembus pandang yang dapat disegel berukuran satu liter (30 cm X 40 cm). Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa satu kantong plastik ke kabin penumpang. Peraturan ini mencakup air minum, kosmetik dan barang keperluan sehari-hari.

 

Otoritas bandara dapat menahan jumlah yang berlebih barang-barang yang termasuk dalam peraturan ini tetapi penumpang dapat mendaftarkannya dalam daftar bagasi pesawat.

 

Dengan ini diberitahukan bahwa otoritas bandara Soekarno – Hatta Jakarta, Ngurah Rai Bali dan Minangkabau Padang telah memberlakukan peraturan ini untuk penerbangan-penerbangan dalam negeri. Otoritas Bandara di Indonesia akan memberlakukan juga peraturan ini untuk semua penerbangan dalam negeri.

 

Demikianlah informasi ini dan terima kasih atas perhatiannya.